BERITA UTAMA - Konsulat Jenderal RI di Davao, Filipina, mengorganisir pemulangan lima orang Indonesia dan dua nelayan Jepang beberapa hari setelah mereka diselamatkan di laut.
Ketujuh pelaut tersebut terpaksa meninggalkan kapal penangkap ikan mereka yang terbalik, Gyotoku Maru No. 1 yang ditandai Jepang, setelah terjadi tabrakan dengan kapal berbendera Filipina F / V Jocelyn sekitar 370 kilometer barat daya Palau pada hari Senin.
Kapal inilah yang akhirnya berada dan menyelamatkan awak kapal, namun baru setelah mereka hanyut ke laut dalam sekoci selama sehari, mendorong upaya pencarian bersama yang melibatkan Jepang, Palau dan Amerika Serikat.
F / V Jocelyn membawa pelaut ke General Santos, sebuah kota pelabuhan di Filipina selatan, pada hari Selasa.
"Setelah menerima kabar bahwa lima orang Indonesia dibawa ke General Santos, Konsulat Jenderal Indonesia di Davao mengirim dua pejabat untuk memeriksanya pada hari Rabu," kata Lalu Muhammad Iqbal, direktur perlindungan warga negara luar negeri dari Kementerian Luar Negeri, dalam sebuah pernyataan Jumat.
Namun, karena kurangnya fasilitas imigrasi di General Santos, para pejabat diberi izin untuk membawa ketujuh awak kapal tersebut ke Davao City untuk mempersiapkan pemulangan mereka, kata Iqbal lebih lanjut.
Setelah berkoordinasi dengan konsulat jenderal dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, kementerian tersebut mendapat komitmen dari agen kapal yang terbalik untuk membayar tiket pulang awak kapal Indonesia dan memenuhi hak kedua nelayan Jepang tersebut.
Pelaut, Romadhon, Muhammad Rafles Saputra, Teguh Wahyu Utomo, Alizar dan Reza Indrawan, saat ini tinggal di tempat konsulat jenderal sementara mereka menunggu perjalanan pulang mereka.
